Sungguh engkau terlalu amat hina, kotor dan tercium bau busuk, tahukah engkau betapa panas nya api yang membakar kayu itu ? Ketahuilah ! bahwa api neraka lebih panas dari pada api yang membakar kayu itu.
Sungguh engkau ini sangatlah hina, hatimu busuk, hatimu penuh dengan nazis. Namun, kenapa selalu kau anggap dirimu suci ?
Wahai tubuh yang busuk dan jijik yang penuh dengan kotoran dosa-dosa, tidaklah engkau sadar jika dirimu tenggelam dalam samudra dosa? Atau memang engkau merasa nyaman dengan bahaya dan ancaman ini ?
Nafsumu selalu membuatmu buta, tuli dan bisu sehingga matamu tertutup untuk melihat kebesarannya, telingamu tidak kau perdengarkan untuk mendengarkan seruan-Nya, mulutmu bisu untuk mengucapkan kalimat dzikir dan bersyukur kepada Nya. Ketahuilah wahai diri ! Semua itu disebabkan karena hatimu terlalu busuk, keras, jijik dan diselimuti oleh hitamnya dosa-dosa serta kesombongan yang selalu membuat hatimu lupa.
Wahai diri...!! sadarlah !
Bukankah engkau tahu jika tak lama kau akan kembali ke asalmu, ketahuilah ! Jika hidupmu singkat seperti jarak jari telunjuk dan jari tengahmu.
Wahai diri ! Wahai tubuh yang kotor, kendalikanlah hatimu, kendalikan nafsumu, ketahuilah jika "Nafsu itu bisa membuat seorang Raja menjadi Budak",lalu membuatmu hina saat ini atau di akhir kemudian.
Janganlah terlena dengan indahnya dunia serta angan-angan yang membuatmu tersungkur dan jatuh kedalam jurang kenistaan.
Ketika hatimu lara maka kembalilah kepada-Nya berharaplah akan karunianya dan bersabarlah, jaga hatimu jangan terjebak bisikan indah syetan yang menampakan dirinya seperti bidadari.
Bersabarlah karena "Sabar bisa membuat seorang Budak menjadi Raja".
Ketahuilah Wahai diri !
Jika kau bahagia janganlah terlena dan jika kau sengsara bersabarlah serta syukurilah apa yang menjadi karunia dari Nya.
Wahai diri !
Menangislah dihapan Nya buanglah kotoran itu melalui air mata insafmu, biarkan dia jatuh dan keluar melalui tangisan dan penyesalanmu atas kekhilapanmu.
Menangislah dihapan Nya buanglah kotoran itu melalui air mata insafmu, biarkan dia jatuh dan keluar melalui tangisan dan penyesalanmu atas kekhilapanmu.
"Hanya dengan kembali kepada Nya hatimu bisa kembali suci".

2 Comments
Petikan di akhir sangat mengena,, memotivasi pisan..
ReplyDeleteKeren kang^^
hatur nuhun kang
Delete