Ketika gelisah meyelimuti,
Tak semua orang mampu meyimpannya karena gelisah adalah benalu yang menjadi beban di dalam sanubarinya, begitu pula denganku beban gelisah itu bukan untuk disimpan apalagi dinikmati.
Semua beban itu harus kubuang, kulempar dan kuhempaskan bersama angin pagi, kutitipkan bersama sayap burung yang terbang jauh dari sarangnya.
Memang betul, aku ini bukan orang yang kuat tapi aku adalah orang yang lemah tak berdaya, hal itulah yang membuatku sadar jika kegelisahan itu tak harus aku pikul namun justru harus aku lepaskan.
Ketika aku sadar bahwa aku lemah tak berdaya, disaat itulah aku tambah sadar jika kesadaran akan kelemahan sesungguhnya itu adalah kekuatan, karena aku harus mengubah kelemahan itu menjadi sebuah kekuatan, kekuatan untuk melepaskan beban-beban gelisah yang selalu menyelimuti batin sanubariku.
Seperti apa yang dikatakan sahabat Nabi Utsman Bin Afan " هم الدنيا ظلمة " "Kegelisahan akan dunia adalah kegelapan"semakin kita gelisah maka akan semakin gelap pulalah hati batin sanubari kita .
"Yaa Allah jangan jadikan dunia sebesar-besar perkara yang kami susahi, dan bukan pula puncak ilmu kami".
Ketika kulepaskan beban dan gelisah di hati batin sanubariku, maka senyumpun datang menyambut dan menghampiri, saat itu kurasakan betapa lega dan sejuk ditambah dengan hangatnya sinar mentari harapan yang kulihat mulai menampakan cahayanya.
Ketika mentari mulai bersinar di dalam hati batin sanubariku bersama dengan turunnya embun harapan yang menyejukan, terciumlah olehku wangi semerbak bunga harapan dan semangat yang mulai mekar di pagi ceria hati batin sanubariku, setelah lama terselimuti gelapnya kegelisahan yang membuatku layu dan hampir gugur jatuh ke dalam jurang kegelisahan.
Semoga bunga ini selamanya mekar dan menyebarkan semerbak wangi dan selalu terlihat indah didalam hati batin sanubariku.
Sumardi |Asal Curat Coret|Curat Coret Art|

0 Comments